Di simpang jalan.....
Suatu ketika, saya mengajak anak-2 saya untuk nonton film di sebuah teater. Eh, mereka bilang begini,”Nggak mau, malu ah, nonton film sama bapak-bapak”. Terkejut dan geli mendengar jawaban mereka yg spontan itu.
Hal di atas adalah sekedar penggalan peristiwa yg sering saya alami beberapa tahun belakangan ini yang membuat saya mengalami situasi yang rasanya tuh seperti di sebuah persimpangan jalan, yang saya benar-2 nggak ngerti di mana letak persimpangan itu ? Saya sama sekali ngggak ngerti arah mana yang harus dituju, pokoknya bener-2 linglung. Bahkan lebih parahnya lagi neeh, ngerasa nggak yakin thd jalan yg sudah ditempuh sejauh ini. Ada juga rasa diri nggak berguna, nggak bisa apa-2, nggak punya apa-2, pokoknya ngerasa diri manusia paling ancur-2 an di dunia…..hiks.
Saya nggak tahu, apakah ini gejala normal bagi orang yang menjelang dan awal-awal memasuki 4th decade dalam usia “kronologis”nya. Saya benar-2 merasa mengalami disorientasi diri (apaan neeh ?) dan nggak tahu siapa saya. Apa ini yg disebut sebagai puber ke-2, masa peralihan. Ya, masa peralihan dari “pemuda” ke “setengah baya”. Sehingga saya sering merasa “kikuk” dalam bersikap, maupun bertingkah laku……
Hal di atas adalah sekedar penggalan peristiwa yg sering saya alami beberapa tahun belakangan ini yang membuat saya mengalami situasi yang rasanya tuh seperti di sebuah persimpangan jalan, yang saya benar-2 nggak ngerti di mana letak persimpangan itu ? Saya sama sekali ngggak ngerti arah mana yang harus dituju, pokoknya bener-2 linglung. Bahkan lebih parahnya lagi neeh, ngerasa nggak yakin thd jalan yg sudah ditempuh sejauh ini. Ada juga rasa diri nggak berguna, nggak bisa apa-2, nggak punya apa-2, pokoknya ngerasa diri manusia paling ancur-2 an di dunia…..hiks.
Saya nggak tahu, apakah ini gejala normal bagi orang yang menjelang dan awal-awal memasuki 4th decade dalam usia “kronologis”nya. Saya benar-2 merasa mengalami disorientasi diri (apaan neeh ?) dan nggak tahu siapa saya. Apa ini yg disebut sebagai puber ke-2, masa peralihan. Ya, masa peralihan dari “pemuda” ke “setengah baya”. Sehingga saya sering merasa “kikuk” dalam bersikap, maupun bertingkah laku……
